Friday, August 30, 2013

Inspirative Words

27 Agustus lalu, dosen Manajemen Pemasaran kami, Prof. Dr. Ujang Sumarwan M.Sc menyajikan tontonan yang menarik bagi kami, yakni mengenai talkshow dengan para CEO hebat. Talkshow ini sangat inspiratif dan membangun motivasi bagi kami. Mereka menjelaskan dengan detil semua proses yang mereka alami dan bagaimana cara menghadapinya. Tidak hanya mengenai strategi yang mereka terapkan untuk perusahaan mereka, tetapi juga mengenai perjuangan mereka dalam merintis dan perjuangan mereka dalam mempertahankan kesuksesan. Kesuksesan yang telah mereka raih tidak akan melunturkan semangat mereka untuk melakukan improvement agar lebih sukses lagi.


Jeff Greenfield adalah seorang jurnalis terkenal di Amerika Serikat. Dalam Talkshownya, Jeff mengundang Robert Nardelli dan Mike Eskew. Robert Nardelli adalah seorang CEO dari Home Depot. Home Depot adalah perusahaan pemasok terbesar di Amerika Serikat, sedangkan Mike Eskew adalah seorang CEO dari United Parcell Service (UPS) yang merupakan salah satu perusahaan logistik terbesar di Amerika Serikat.

Pada awalnya, Robert Nardelli berkeputusan untuk mengundurkan diri dari GE yang kemudian beliau melanjutkan karirnya di Home Depot. Sungguh luar biasa, beliau bisa meraih posisi CEO di Home Depot. Beliau berpendapat, untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan itu perlu keuletan dan kerja keras. Adapun motto hidup beliau adalah "Ada kapasitas tanpa batas untuk meningkatkan segala hal yang kita lakukan". Dengan posisinya sebagai CEO, Robert Nardelli tetap berusaha untuk meingkatkan service demi kepuasan customer. Robert Nardelli merupakan tipe orang yang menyukai tantangan dan tidak pernah takut akan tantangan karena beliau selalu yakin bahwa beliau dapat melakukannya. Hal ini menyimpan motivasi tersirat, dimana secara langsung ataupun tidak langsung akan memberikan dampak bagi kami.

Berbeda halnya dengan Robert Nardelli, Mike Eskew yang meraih posisi CEO dengan kerja keras digigih, dimana karirnya berawal dari sebagai seorang supir truk di UPS. Akan tetapi, beliau tidak pernah menyerah pada keadaan. Beliau selalu menanamkan nilai kejujuran yang telah beliau dapatkan dari keluarganya. Beliau mengedepankan kejujuran diatas segalanya dalam menjalani hidupnya. Mike Eskew jua merupakan tipe orang yang sangat menyukai tantangan. Beliau akan dengan senang hati menghadapi tantangan itu dengan persaingan yang sehat yang diiringi dengan kejujuran. Beliau menerapkan kata-kata bijak dari Vince Lombardy yang berisi "Kemenangan bukan sesuatu yang penting untuk diraih. Kemenangan adalah sesuatu yang mutlak untuk diraih." Disamping menanamkan nilai-nilai kejujuran, sebagai CEO Mike Eskew juga mengutamakan kepuasan pelanggan atas service yang dijalankannya.

Kesimpulan yang dapat diambil dari  kisah kedua CEO tersebut adalah adanya semangat bersaing, tidak pernah takut akan tantangan, serta selalu mengutamakan kepuasan pelanggan. Yang terpenting dari semuanya adalah nilai-nilai kejujuran. Dari kisah ini, kami dapat belajar mengenai arti sebuah kerja keras demi mendapatkan sesuatu yang diinginkan karena keinginan tidak akan pernah terwujud tanpa usaha. 

Tuesday, July 23, 2013

Hershey vs Mars




Tanggal 23 Juli 2013, pada mata kuliah manajemen marketing, kami disajikan tontonan mengenai “Chocolate Wars”, yakni mengenai perang strategi dalam industri cokelat antara Hershey dan Mars. Dari tontonan tersebut banyak pelajaran yang kami ambil, seperti  konsep marketing yang digencarkan oleh kedua perusahaan cokelat tersebut. Selain itu, kami juga mendapatkan kalimat-kalimat inspiratif yang dapat membangun motivasi dan sangat berkesan bagi kami.

Dalam industri cokelat, Hershey dan Mars bersaing sangat ketat demi menjadi pemimpin pasar. Awalnya, Mars membeli permen pelapis cokelat yang diproduksi oleh Hershey. Akan tetapi, Mars memutuskan untuk membuat permen pelapis coklat sendiri dan tidak lagi membeli kepada Hershey. Mars berambisi untuk mengalahkan Hershey dengan merebut posisi pertama yang diduduki oleh Hershey, sehingga Mars mempengaruhi Murry agar ia lepas dari Hershey. Dengan begitu pemasaran produk Hershey menurun dan Mars menjadi pemimpin pasar.

Untuk mengembangkan produknya, Mars menciptakan produk baru dengan mengkombinasikan cokelat dan susu kenyal menjadi nougat. Inovasi baru ini menjadikan penjualan Mars meningkat dan mengalahkan produk Hershey yang hanya sebuah coklat batang. Akan tetapi, persaingan belum berhenti. Dengan kondisi dunia yang semakin panas dengan peperangan, Mars berinovasi untuk menjadi pemasok anggota militer dengan memproduksi permen cokelat yang tidak meleleh di tangan tetapi meleleh di mulut dengan merek M&M walaupun pada akhirnya Hershey tidak mampu mendistribusikan secara baik kepada para anggota militer. Tidak ingin kalah dengan Mars, Hershey pun ingin menjadi pemasok anggota militer dengan memproduksi cokelat yang memiliki titik leleh yang tinggi, yakni sebesar 140 derajat Farenheit. Selain itu, untuk menyamai kedudukan M&M, Hershey juga turut memproduksi permen cokelat berisi kacang yang dinamai Reese’s Pieces.

Adanya kerja sama antara Hershey dan suatu perusahaan film, memberikan banyak keuntungan bagi Hershey. Dengan meluncurnya film tersebut, penjualan produk cokelat Hershey melonjak tinggi dan Hershey kembali menjadi pemimpin pasar cokelat di Amerika.
Semakin ketatnya persaingan, Mars mengambil langkah untuk memasarkan produknya secara agresif melalui iklan televisi dan film anak-anak dengan tokoh yang berasal dari permen cokelat M&M. Sedangkan Hershey meraih pasar dengan menggencarkan tagline “Hershey’s great American chocolate”. Dengan tagline tersebut, Hershey mampu menguasai pasar cokelat di Amerika, sedangkan Mars unggul dalam distribusi dan penetrasi pasar cokelat di Eropa dengan menyaingi produk cokelat dari Cadburry dan Nestle.


Kesimpulan
Konsep Marketing :
  • Innovation: Hershey dan Mars berlomba-lomba mengembangkan produk baru, seperti menciptakan cokelat yang tidak mudah meleleh
  • Segmentation: Segmentasi Hershey lebih kepada semua warga Amerika dengan tagline “Hershey’s great American chocolate”, sedangkan Mars mensegmentasikan produknya kepada anak-anak dengan diciptakannya film kartun bertokoh M&M
  • Promotion: Mars melakukan iklan melalui media televisi secara agresif yang telah menghabiskan banyak dana, sedangkan Hershey menjalin kerja sama dengan perusahaan film yang mampu membangkitkan penjualan produknya
  • Market penetration: Hershey mampu menjadi pemimpimpin pasar cokelat di Amerika, sedangkan Mars berhasil memasuki pasar cokelat di Eropa dengan menyaingi produk cokelat dari Cadburry dan Nestle
  • Distribution: Mars mampu mendistribusikan produknya secara baik dan merata untuk anggota militer Amerika


Kalimat Inspiratif:

  • If we had helped a hundred children it would have all been worthwhile
  • Business is the sustainable competition

Thursday, July 11, 2013

MARKETING MANAGEMENT ASSIGNMENT

MB IPB MARKETING CLASS


MIRANTI VERDIANA RANU MUINDRO

CLASS OF GODREJ DEVELOPMENT PROGRAM 2013
Graduate Program of Management and Business Bogor Agricultural University

Lecturer Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSc 

www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

sumarwan@mb.ipb.ac.id


At a meeting on July 9th 2013, I was very interested in the "Marketing segmentation, Target marketing, and Product positioning". I think, it is very challenging and exciting to do. Previously, I'll explain what it is marketing. Philip Kotler defines Marketing is "a societal process by which individuals and groups obtain what they need and want through creating, offering, and freely exchanging products and services of value with others". Marketing activities include, product promotion, sales, introduction of products to the consumer, market research, etc. The things that are marketed: goods, services, experiences, events, persons, places, properties, organizations, information, and ideas.

Well, I will inform a little knowledge I got about "Marketing segmentation, Target marketing, and Product positioning". As I know, Marketing Segmentation is the first step of marketing concept. Segmenting the market is to divide the overall market into segments, in which consumers have similar characteristics. The second step of Marketing concept is Selecting a Target Market. You can say, it is the most important step of the marketing because if you made a mistake of determining the target, you would lose your consumers who really need your products or services. Selecting target market is to evaluate the segments identified in the segment process. For example, if you produced formula milk, so you had to promote the products to each mother as the target. And the last step of Marketing concept is Positioning the Products. Positioning of the products is marketer plans the product's market positioning, which is how the target market perceives the product in comparison to competitor's brands.

 Yupp...that's the lesson that I got and I could explain briefly. Hopefully, it could be useful for you all.

                                                                                          

Based on Book written by Ujang Sumarwan, Agus Djunaidi, Aviliani, H.C.Royke Singgih, Jusup Agus Sayono, Rico R Budidarmo, Sofyan Rambe. 2009. Pemasaran Strategik: Strategi untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth in Creating Share Holder Value). Jakarta. Inti Prima

Picture2

Based on Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 2010. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja.(Strategic Marketing: Value Based and Performance Measurement Perspectives) Bogor, IPB Press.